;

April 7, 2013

See You Papa


Kami kehilangan ayah kami sebelum bulan puasa di tahun 2011. Saat itu kami bahkan tak menyangka akan secepat itu. Ayah baru 56 tahun dan masih sangat muda.

Beliau seorang yang baik, seorang pecinta cerita wayang dan cerita silat dari kecil. Ayah bangga dengan apa yang saya kerjakan meski tak pernah mengatakan apapun di depan saya. seorang suami dan Bapak yang bekerja di Kontruksi selama lebih dari 35 tahun. ayah sebelumnya bergabung dengan Adhi Karya, tapi akhirnya keluar dan lebih memilih keluarganya sebelum ditugaskan di kalimantan. jadi saya ngga pernah mengatakan jika saya bangga padanya,..tapi saya sangat bangga pada ayah saya.


Ayah bukan seorang pemain band, tapi saya tau beliau bisa memainkan beberapa alat musik-kecuali harmonika, saya selalu tertawa saat melihatnya mencoba dengan keras meyakinkan pada saya jika ia mampu memainkannya. hehehe. Ayah seorang pecinta filem sejati, ga bakalan ada filem yang akan lepas dari pengamatannya. dulu, saat saya masih kecil di akhir pekan, ayah bisa saja menyewa 10 kaset HDX seri silat mandarin sekaligus- dari To liong to, Jade Fox hingga Condor Heroes, dan sayapun  ikut2an menyewa Walt Disney ataupun Gavan dan Google V. masa itu, kami masih punya pemutar VHS, lalu saat masa beralih ke Laserdisc dan akhirnya DVD-bapak saya masih update mengikuti filem2 itu. 

waktu smp, saat ultah saya-bapak memberikan Laser Disc Dangerousous album nya Michael Jackson. masa itu, belum ada bajakan sehebat sekarang ini, jadi berasa nemu harta karun dapet LD orisinal.

Ayah saya seorang teknik sejati, Beliau menggambar semua bangunan dengan perhitungan angka dan garis dinamis yang solid. saya senang melihatnya bekerja di kertas milimeter kosong, lalu hopla! keajaiban terjadi, berdiri gedung atau bangunan yang hebat. saya ga akan mampu menjadi sepertinya. 
Ayah tak pernah membuat komik, tapi selalu membeli segala macam komik untuk kami semua- yang saya tau beliau punya semacam jurnal/agenda yang penuh coretan gambar, dari masa pacaran hingga saat jauh dari keluarganya. saya pernah menanyakan hal ini pada Ibu saya, tapi sepertinya agenda tersebut masih disembunyikannya - sigh.     



Photography salah satu hobi Beliau selain filem, dimana ada acara keluarga maupun di lingkungan kami- Bapak selalu membawa kamera bersamanya-dan selalu bergaya bak tukang photo keliling :D obyeknya manusia di momen itu. saya ga pernah mengamati sejauh mana minat nya, tapi ada beberapa kamera dan perlengkapan milik ayah- ada juga kamera polaroid, saya ga pernah menghitungnya. Ayah memberikan kamera miliknya pada saya, tapi hingga detik ini jarang saya utak atik ngga tau mesti diapain dan masih tersimpan dengan rapi.

Saya bersyukur, keponakan saya masih bisa bertemu Poppy nya dan menghabiskan beberapa tahun bersama dengannya. kelak dia akan mendengar cerita selama bertahun tahun yang akan datang, dan dari neneknya, bibi dan pamannya yang akan mengisi kekosongan diantaranya. saya sangat bersyukur akan hal tersebut.

Bulan April ini, genap tiga tahun sudah Ayah pulang, setiap itu pula saya mengambil jeda sejenak untuk mengenang semua kebaikan dan kehebatan laki laki ini. beberapa orang mungkin telah melupakan dan menjadikannya masa lalu. but for me, im always here to remembering all good memories behind to make good stories a head. 

See ya later Pap. We'll miss you. 

No comments: